{"id":738,"date":"2026-04-30T08:08:10","date_gmt":"2026-04-30T08:08:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/?p=738"},"modified":"2026-04-30T08:08:10","modified_gmt":"2026-04-30T08:08:10","slug":"putusan-malam-hari-picu-banding-kuasa-hukum-prianto-gugat-pertimbangan-hakim-di-pn-muara-teweh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/?p=738","title":{"rendered":"Putusan Malam Hari Picu Banding, Kuasa Hukum Prianto Gugat Pertimbangan Hakim di PN Muara Teweh"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Narai Habar News, Muara Teweh<\/strong><\/em> \u2013 Putusan perkara perdata nomor 29\/Pdt.G\/2025\/PN.Mtw yang disampaikan melalui persidangan elektronik pada Selasa, 21 April 2026 pukul 20.00 WIB memicu langkah banding dari pihak Penggugat, Prianto bin Samsuri. Meski sempat dianggap sebagai bagian dari padatnya jadwal Majelis Hakim, penyampaian putusan di malam hari tetap menimbulkan tanda tanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pembacaan putusan dijadwalkan pada 14 April 2026, namun ditunda dengan alasan Ketua Majelis Hakim sedang bertugas ke luar daerah. Penundaan tersebut awalnya dipandang wajar oleh kuasa hukum, namun hasil akhir putusan justru dinilai mengecewakan.<\/p>\n<p>Kuasa hukum menyebut, seluruh bukti tertulis dan keterangan saksi yang diajukan selama persidangan justru memperkuat dalil gugatan klien mereka. Atas dasar itu, mereka langsung mengajukan banding pada 22 April 2026. Tepat pada 30 April 2026, Memori Banding juga telah resmi diserahkan melalui sistem e-court sesuai tenggat waktu yang berlaku dalam hukum acara perdata.<\/p>\n<p>Dalam dokumen Memori Banding, kuasa hukum menguraikan empat poin utama keberatan terhadap pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Muara Teweh.<\/p>\n<p>Pertama, putusan dinilai terlalu menitikberatkan pada aspek formalitas, meskipun sebelumnya hakim telah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi yang seharusnya menjadi dasar pertimbangan materiil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-740\" src=\"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0024-247x300.jpg\" alt=\"\" width=\"247\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0024-247x300.jpg 247w, https:\/\/www.naraihabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0024.jpg 720w\" sizes=\"auto, (max-width: 247px) 100vw, 247px\" \/><\/p>\n<p>Kedua, terdapat inkonsistensi dalam pertimbangan hakim. Di satu sisi, hakim tidak mengakui surat pernyataan hak kelola tanah seluas 1.808 hektar di Desa Karendan, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara tertanggal 27 November 2018. Namun di sisi lain, hakim justru mengakui pembayaran ganti rugi kepada pihak lain yang menggunakan dasar bukti serupa.<\/p>\n<p>Ketiga, Majelis Hakim dinilai mengabaikan sejumlah bukti dan keterangan saksi yang telah dihadirkan selama persidangan oleh kedua belah pihak.<\/p>\n<p>Keempat, dalam menangani gugatan balik atau rekonvensi, penerapan hukum oleh Majelis Hakim dianggap tidak konsisten.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, kuasa hukum juga telah mengirimkan nota keberatan kepada Mahkamah Agung terkait kejanggalan teknis dalam proses persidangan, khususnya penyampaian putusan yang dilakukan di luar jam kerja, yakni pukul 20.00 WIB.<\/p>\n<p>Kuasa hukum menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak klien hingga tuntas. Mereka membuka kemungkinan menempuh upaya hukum lanjutan, mulai dari kasasi hingga peninjauan kembali.<\/p>\n<p>Lebih jauh, perkara ini juga dinilai memiliki dimensi yang lebih luas, yakni berkaitan dengan perlindungan hak-hak masyarakat adat Dayak, khususnya dalam menjaga tradisi ladang berpindah yang telah diwariskan secara turun-temurun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Narai Habar News, Muara Teweh \u2013 Putusan perkara perdata nomor 29\/Pdt.G\/2025\/PN.Mtw yang disampaikan melalui persidangan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":739,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,70],"tags":[148,151,149,152,147,145,150,146],"class_list":["post-738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-dan-kriminal","category-kalimantan-tengah","tag-banding","tag-gugat","tag-kuasa-hukum","tag-pertimbangan-hakim","tag-picu","tag-pn-muara-teweh","tag-prianto","tag-putusan-malam-hari"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=738"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":741,"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/738\/revisions\/741"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.naraihabarnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}