Dana Desa Disorot! Proyek Mangkrak di Muara Pari, Pemdes Diduga Beli Motor hingga Mobil Hilux
Narai Habar News, Muara Teweh – Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tengah menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah pembangunan desa dilaporkan mangkrak dan fasilitas publik belum selesai, sementara pemerintah desa diduga menggunakan dana desa untuk membeli kendaraan baru.
Informasi tersebut disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dan mantan aparat desa yang enggan disebutkan namanya kepada awak media di Muara Teweh, baru-baru ini. Mereka mengaku prihatin karena beberapa fasilitas penting yang seharusnya bisa dimanfaatkan warga hingga kini tidak kunjung selesai.
Salah satu yang disorot adalah Balai Pertemuan Desa yang telah dibiarkan mangkrak selama beberapa tahun. Padahal sebelumnya bangunan tersebut hanya memerlukan renovasi ringan. Namun, pemerintah desa memutuskan melakukan rehabilitasi total yang hingga saat ini belum rampung.
Selain itu, jembatan penyeberangan di Jalan Meranti yang menghubungkan wilayah RT 03 dengan Desa Muara Pari juga sempat dibongkar, meski sebelumnya telah beberapa kali direnovasi. Kondisi ini dinilai menyulitkan aktivitas masyarakat yang membutuhkan akses tersebut.
Di tengah berbagai proyek yang belum selesai tersebut, pemerintah desa disebut telah membeli sekitar delapan unit sepeda motor untuk operasional aparat desa. Kendaraan tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Namun sebagian warga menilai sepeda motor tersebut lebih sering digunakan layaknya kendaraan pribadi.
Belum lama ini, pemerintah desa juga kembali membeli satu unit mobil Toyota Hilux berwarna hitam menggunakan anggaran dana desa. Pembelian kendaraan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat karena dinilai tidak pernah disampaikan secara terbuka melalui rapat desa ataupun musyawarah bersama warga.
“Masyarakat tidak pernah diberi penjelasan terkait pembelian mobil tersebut,” ujar salah satu sumber.
Warga pun berharap Bupati Barito Utara dapat turun langsung melakukan pemeriksaan ke Desa Muara Pari untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
“Mohon kepada Bupati Barito Utara agar segera melakukan pemeriksaan langsung ke Desa Muara Pari untuk melihat kondisi yang sebenarnya,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga meminta Inspektorat bersama pihak terkait melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana desa selama beberapa tahun terakhir. Kecurigaan warga semakin kuat karena tidak lagi ditemukan papan informasi atau baleho yang biasanya memuat rincian anggaran dan penggunaan Dana Desa.
Di sisi lain, kinerja aparat desa juga dinilai kurang maksimal. Beberapa aparat disebut jarang aktif berada di kantor dan lebih sering mengurus kegiatan di luar desa. Warga juga menyoroti dugaan adanya praktik jual beli lahan yang berkaitan dengan investasi tambang batu bara di wilayah tersebut.
Persoalan lahan tersebut hingga kini disebut masih menjadi sumber sengketa dan bahkan telah memicu gugatan hukum terhadap beberapa oknum pemerintah desa. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar pengelolaan dana desa berjalan transparan dan pembangunan desa benar-benar memberikan manfaat bagi warga. (Rilis/Nd_234)






